Updateterkini, Jakarta-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menghadiri Gala Dinner Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea ke-35 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/09/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan peran Jakarta sebagai pusat diplomasi ASEAN dan salah satu simpul penting diplomasi regional yang terbuka bagi dialog, kerja sama, dan upaya membangun kepercayaan antarnegara.

Sekda Uus mengapresiasi konsistensi forum yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade dalam mempertemukan berbagai pihak untuk menjembatani perbedaan, membahas persoalan bersama, serta mendukung perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan. Ia juga memperkenalkan karakter Jakarta sebagai kota pesisir yang memiliki keterkaitan kuat dengan laut.

“Jakarta tidak hanya dibentuk oleh dinamika perkotaan, tetapi juga oleh kedekatannya dengan laut. Jakarta terdiri atas lima kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang mencakup 110 pulau,” ujarnya.

Sekda Uus menyebut Jakarta memiliki wilayah laut seluas 6.977,5 kilometer persegi. Kondisi tersebut membuat kawasan pesisir menjadi bagian penting dari identitas sekaligus arah pembangunan Jakarta, terutama dalam menghadapi banjir rob, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan laut.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, kami terus mendorong pengelolaan kawasan pesisir dan kepulauan secara terpadu guna melindungi masyarakat, memulihkan ekosistem, serta memperkuat ketahanan Jakarta bagi generasi mendatang,” katanya.

Bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga membangun ketahanan kawasan pesisir melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), termasuk tanggul laut sepanjang 38,9 kilometer.

“Pada saat yang sama, kami juga terus melakukan pemulihan mangrove dan terumbu karang di Kepulauan Seribu untuk menjaga keanekaragaman hayati, memperkuat ekosistem pesisir, dan membantu penyerapan karbon,” ungkap Sekda Uus.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para peserta workshop mengenal Jakarta lebih dekat sebagai kota yang memadukan sejarah, budaya, dan kehidupan modern.

“Anda dapat menikmati pesona Kota Tua, melihat wajah modern Jakarta melalui gedung-gedung pencakar langitnya, serta menjelajahi berbagai destinasi belanja dan hiburan. Dengan populasi penduduk yang besar dan beragam, Jakarta adalah tempat bertemunya berbagai budaya yang hidup berdampingan secara harmonis,” jelasnya.

Sekda Uus menambahkan, Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027 dan sepanjang tahun akan diisi berbagai kegiatan festival, budaya, serta perayaan khusus.

“Mari kita nikmati acara malam ini, mempererat persahabatan, sekaligus menikmati kehangatan dan cita rasa khas Jakarta. Semoga Anda memperoleh pengalaman yang berkesan selama berada di Jakarta dan semoga workshop esok hari dapat berlangsung dengan lancar dan produktif,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Takdir, berharap forum tersebut dapat menghasilkan respons praktis terhadap berbagai tantangan yang terus berkembang.

“Saya percaya bahwa samudra kita dapat menjadi seperti Jakarta: sebuah ruang bersama di mana keberagaman dirangkul, perbedaan perspektif dihormati, dan komunitas memilih kerja sama di tengah perbedaan mereka. Berpedoman pada hal ini, Indonesia siap untuk terus memfasilitasi wadah komunikasi dan pembangunan rasa percaya (confidence-building) sebagaimana dicontohkan melalui proses workshop ini,” ujarnya.

Turut hadir Ketua Prof. Hasjim Djalal Center for Southeast Asian Studies, Dino Patti Djalal; Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali; serta jajaran terkait lainnya.

(Nurkhasanah)