UpdateTerkini-Dinas Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan KORMI Provinsi DKI Jakarta serta berbagai induk olahraga rekreasi dan tradisional, Sabtu (4/10/2025), menyelenggarakan Festival Olahraga Rakyat (FOR) Jakarta 2025 di Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
Festival Olahraga Rakyat (FOR) Jakarta 2025 ini dikemas dengan berbagai Zona Aktifitas antara lain: Zona Kebugaran, dengan Senam Aerobic Massal dari seluruh penggiat olahraga dibawah binaan KORMI Provinsi DKI Jakarta.
Zona Petualangan dan Tantangan, untuk menumbuhkan keberanian dan ketangguhan dengan lomba Airsoftgun, Breakdance, Layang-Layang Kreasi dan Marching Band.
Zona Berdaya, untuk kesetaraan dalam berolahraga dengan menampilkan eksibishi Sepakbola Amputasi.
Zona Klasik, bertujuan ikut melestarikan kekayaan budaya bangsa dengan melombakan berbagai jenis olahraga tradisional seperti Egrang, Terompah Panjang dan lain-lain.
Zona Kompak, keterlibatan dari seluruh masyarakat di berbagai wilayah sehingga terbentuk sebanyak 265 tim kelurahan se-Jakarta yang mengikuti Lomba Senam Kreasi Ondel-Ondel.
Zona Kuliner, tersedia berbagai Bazaar makanan dan produk UMKM binaan DISPORA dalam rangka mendorong perekonomian berbasis olahraga.
Festival diikuti sekitar 10.000 peserta ini melombakan berbagai jenis olahraga, antara lain, Olahraga Kesehatan dan Kebugaran, Petualangan dan Tantangan, Olahraga Tradisional, Kreasi dan Budaya, serta Olahraga Khusus Disabilitas.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat.
“Olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang kebugaran, kesehatan, kegembiraan, serta memperkuat kebersamaan,”ujarnya.
Andri menyampaikan, FOR Jakarta 2025 menjadi sarana untuk memasyarakatkan dan membudayakan olahraga di tengah warga Jakarta, dengan mengedepankan prinsip partisipasi, kebersamaan, dan kegembiraan sehingga olahraga dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
“Diharapkan olahraga dapat menjadi gaya hidup sehat, memberi ruang berekspresi, mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM, serta membangun suasana festival inklusif yang menyatukan masyarakat,” ujarnya.
(Amin)







