Updateterkini, Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran wilayah dan dinas terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi curah hujan tinggi dan banjir rob menjelang akhir tahun. Hal ini disampaikan Pramono usai memimpin Townhall Meeting bersama para camat dan lurah serta FORKOPIMCAM di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (03/11/2025).

Pramono menegaskan, prediksi cuaca ekstrem yang dirilis BMKG diperkirakan akan berlangsung mulai minggu kedua Desember hingga awal Januari.Periode ini diprediksi menjadi fase dengan intensitas hujan paling tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

Karena itu, Pramono telah meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memastikan seluruh pompa agar dapat beroperasi optimal.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga diminta untuk segera melakukan modifikasi cuaca sebagai upaya mitigasi, terutama saat curah hujan diprediksi melebihi 200 mm

Di hadapan para camat dan lurah se-Jakarta, Pramono pun menekankan perlunya melakukan persiapan dini di lapangan terhadap potensi terjadinya banjir.

“Sebagai camat, sebagai lurah, di mana saudara-saudara berada, kalau ada saluran yang kurang baik, segera dilaporkan. Apakah itu menjadi tanggung jawab saudara atau menjadi tanggung jawab Sumber Daya Air, dan sebagainya, harus segera dikoordinasikan,” jelasnya.

Pramono juga mengingatkan pentingnya memperkuat koordinasi dengan dengan warga, termasuk memanfaatkan fungsi rumah ibadah seperti masjid dan gereja sebagai sarana peringatan dini terjadinya bencana.

Para camat dan lurah juga diminta agar hadir di lapangan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada warga.

Dalam kesempatan ini, Gubernur juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melanjutkan program normalisasi Kali Krukut dan Ciliwung.

(Ade/Amin)