Updateterkini, Jakarta-Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI) Jakarta Utara, yang dipimpin oleh Iwan Iryansyah Setiawan melaksanakan bakti sosial berupa pemberian tali kasih kepada para warakauri ibu pejuang.

Iwan dikesempatan itu mengajak kepada semua yang hadir untuk memanjatkan panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena pada hari ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, sekaligus melaksanakan santunan untuk para warakauri.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan, termasuk perjuangan luar biasa dari para warakauri ibu pejuang kita,”kata Iwan, Minggu (23/08/2026).

Para ibu pejuang di tengah kita ini adalah sosok yang dengan cinta, doa, pengorbanan menjaga keluarga, mendidik anak bangsa, dan menjadi tiang kekuatan di rumah masing-masing.

“Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan kasih kepada para Warakauri ibu pejuang. Semoga bantuan kecil ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi bentuk bakti nyata kita kepada mereka,”ujarnya.

Wujud nyata cinta kita kepada negeri juga kita tunjukkan melalui bakti sosial santunan untuk Para Warakauri Ibu Pejuang. Para ibu adalah garda terdepan di rumah kita.

“Pengorbanan beliau dalam mendidik anak bangsa adalah bagian dari perjuangan kemerdekaan yang tidak pernah berhenti.

Semoga santunan ini menjadi bentuk hormat dan terima kasih kita kepada para Warakauri ibu pejuang,”katanya

Dikesempatan itu ia mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para donatur dan dermawan yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

“Tanpa dukungan Bapak/Ibu, kegiatan ini tidak akan berjalan. Semoga setiap rupiah dan tenaga yang Bapak/Ibu titipkan menjadi amal jariyah, dan dibalas dengan rezeki yang berlipat ganda,”pungkasnya.

Dalam acara ini, masih katanya, kita juga ingin merenung dan berdialog.

Oleh karena itu, rangkaian acara kita hari ini juga diisi dengan dialog publik bertema “Dari Proklamasi ke Polarisasi: Ketika Kebebasan Berpendapat Bertemu Konflik Sosial”.

Tema ini kita angkat karena kita sadar, kemerdekaan sejati bukan hanya merdeka dari penjajah, tapi juga merdeka dalam berpikir dan berpendapat. Namun di era media sosial hari ini, perbedaan pendapat sering berubah menjadi perpecahan.

“Lewat dialog ini kita berharap bisa belajar bersama: bagaimana menyampaikan pendapat dengan bijak, menjaga persatuan, dan tetap menghargai perbedaan sebagai sesama anak harapan bangsa,”terangnya.

Dikesempatan itu ia berharap, mari kita jadikan momentum HUT RI ini untuk memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, cinta tanah air, merdeka dalam berpendapat, bersatu dalam perbedaan, dan peduli kepada sesama.

“Saya atas nama pribadi dan kepanitiaan mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan masih banyak kekurangan di sana sini,”tutup Iwan.