UpdateTerkini, Jakarta-T-Care (Tunas Mudakarya) bersama perusahaan swast dan Pemerintah Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, memberikan sosialisasi kepada warga RW 07 tentang mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai jual tinggi menggunakan mesin pencacah dan pengering plastik yang diperoleh dari program CSR.

Ketua RW 07 Koja, Taufik, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah DKI Jakarta dalam mendorong masyarakat memilah dan mengelola sampah secara mandiri.

“Dua tahun ini T-Care bekerja sama dengan pihak kelurahan. Awalnya, kita fokus di pemilahan sampah, sekarang sudah masuk tahap produksi dan mengolah sampah rumah tangga jadi barang bernilai ekonomi,” ujar Taufik, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Taufik, alat-alat pengolah sampah seperti mesin pencacah plastik dan pengering akan ditempatkan di wilayah RW 07. Program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti Dasa Wisma, Jumantik, Karang Taruna, dan warga setempat.

“Biasanya botol plastik putih bersih hanya dihargai Rp5.000–Rp7.000 per kilogram. Setelah diolah, nilainya bisa naik sampai Rp11.000. Jadi selain lingkungan bersih, masyarakat juga mendapat manfaat ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Ulfa, staf program dari T-Care (Tunas Mudakarya), menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari proyek daur ulang tahun 2023, yang sebelumnya hanya berfokus pada proses pencacahan plastik.

“Tahun lalu, kita bantu mesin pencacah. Sekarang kita lengkapi dengan mesin pengering agar hasil cacahan bisa maksimal,” kata Ulfa, di Balai Warga RW 07 Kelurahan Koja.

Ia menambahkan, T-Care terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program di lapangan untuk memastikan alat berjalan baik dan masyarakat bisa mengoperasikannya secara mandiri.

“Jenis plastik yang diolah baru dari botol plastik saja. Kami terus melakukan pendampingan agar hasil daur ulang ini bisa berkembang,” ujarnya.

(Amin)