BOGOR, UpdateTerkini.Net — PT Uncal Digital Technology (UDT) kembali menjadi sorotan setelah tagihan senilai Rp222 juta kepada PT Adhouse Clarion Events (ACE) belum juga diselesaikan, meski sebelumnya perusahaan disebut telah berkomitmen melakukan pembayaran secara bertahap.
Tunggakan tersebut berkaitan dengan keikutsertaan PT UDT dalam ajang Digital Transformation Indonesia “Conference & Expo” 2025 yang digelar pada 6–7 Agustus 2025.
Informasi mengenai belum terselesaikannya kewajiban pembayaran itu mencuat setelah PT ACE mengirimkan Final Reminder kepada CEO PT UDT, Haider Alattas.
Surat itu menegaskan bahwa pembayaran sebesar Rp222 juta belum diterima hingga batas waktu yang telah ditentukan, meskipun sejumlah pemberitahuan sebelumnya telah disampaikan kepada pihak PT UDT.
CEO PT UDT Sebelumnya Janjikan Pembayaran
Sebelumnya, Haider Alattas mengakui adanya kendala internal perusahaan yang berdampak terhadap keterlambatan pembayaran.
Ia bahkan menyampaikan komitmen untuk membayar sebagian tagihan dalam waktu dua pekan, kemudian melanjutkan pelunasan dua pekan berikutnya.
“Saya minta waktu dua minggu ke depan terhitung sejak tanggal 30 ini akan saya bayar 50%, dan pelunasannya juga dua minggu selanjutnya,” ujar Haider sebelumnya.
Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh, pembayaran sebagaimana jadwal yang disampaikan tersebut belum terealisasi hingga berita ini dipublikasikan.
Dalam konfirmasi terakhir yang dilakukan di kediamannya di kawasan Bogor, Haider kembali menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan tagihan tersebut.
“Saya akan segera bereskan, kantor saya jual masih dalam proses pergantian bank dengan pembeli. Setelah beres semua, nanti akan saya bayar,” ungkap Haider saat ditemui di rumahnya belum lama ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Haider ketika dimintai keterangan mengenai perkembangan penyelesaian tagihan kepada PT ACE.
Pekerja Sebut CEO Sulit Dihubungi
Kondisi tersebut juga berdampak pada komunikasi internal perusahaan.
Rudi, salah seorang pekerja PT UDT, mengatakan Haider Alattas sudah sekitar dua pekan tidak terlihat datang ke kantor perusahaan yang beralamat di Jalan Kebon Pedes No. 15, Kabupaten Bogor.
“Sudah dua minggu ini, Pak Haider tidak pernah datang ke kantor, Pak,” ungkap Rudi saat ditemui di kantor PT UDT baru-baru ini.
Menurut Rudi, kesulitan berkomunikasi dengan Haider bukan hanya dialami pihak eksternal. Para pekerja di lingkungan perusahaan juga mengalami kendala untuk menghubungi CEO tersebut.
“Karyawannya saja susah hubungi beliau, kecuali untuk urusan bayar listrik atau air di kantor ini baru direspons. Tapi untuk hal lain, memang susah berkomunikasi,” ujarnya.
PT ACE Keluarkan Final Reminder
Sugeng, selaku tim collection PT ACE, mengatakan pengiriman Final Reminder merupakan tahapan setelah pihaknya beberapa kali menyampaikan pemberitahuan mengenai kewajiban pembayaran.
“Kami sudah beberapa kali mengirimkan pemberitahuan sebelumnya. Namun sampai saat ini belum ada pelunasan dari pihak PT UDT. Karena itu, surat ini kami sampaikan sebagai final reminder,” kata Sugeng kepada wartawan usai mengunjungi kantor PT UDT.
Menurutnya, langkah tersebut ditempuh untuk memberikan kesempatan terakhir kepada PT UDT agar segera menyelesaikan kewajiban pembayaran.
Ia juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku apabila kewajiban tersebut tidak segera diselesaikan.
Selain itu, kerja sama dengan PT UDT akan ditangguhkan, baik untuk kerja sama yang sedang berjalan maupun rencana kerja sama pada masa mendatang.
PT UDT Belum Memberikan Kepastian Waktu Pembayaran
Meskipun Haider Alattas kembali menyatakan akan segera menyelesaikan tagihan, hingga berita ini dipublikasikan belum terdapat kepastian mengenai waktu pembayaran maupun bukti realisasi pelunasan sebesar Rp222 juta tersebut.
Pernyataan Haider mengenai proses penjualan kantor dan pergantian bank dengan pihak pembeli menjadi alasan yang disampaikan terkait rencana penyelesaian kewajiban.
Di sisi lain, PT ACE masih menunggu realisasi pembayaran atas tagihan yang telah melewati jatuh tempo tersebut.
PT UDT Belum Berikan Keterangan Resmi
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PT Uncal Digital Technology belum memberikan keterangan resmi secara tertulis mengenai perkembangan penyelesaian tagihan Rp222 juta tersebut.
Upaya konfirmasi terkait realisasi pembayaran, kendala internal perusahaan, serta rencana penyelesaian kewajiban kepada PT ACE juga belum memperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak PT UDT.
Pihak PT Uncal Digital Technology dan Haider Alattas tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan atas pemberitaan ini.







