Updateterkini,Jakarta-Sebagai gerbang utama lintasan penyeberangan tersibuk Merak–Bakauheni yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, Pelabuhan Merak memegang peran krusial dalam mobilitas nasional.

Di titik strategis tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmennya melalui penyerahan 750 unit life jacket serta pengoperasian shuttle bus listrik di kawasan pelabuhan pada Senin (23/02/2025).

Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat standar keselamatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan penyeberangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris, Direktur Pemasaran PT Jasaraharja Putera Imam Hendrawan, perwakilan KSOP Kelas I Banten Arwin Alfitra, Kepala BPTD Wilayah II Banten Eko Indra Yanto, Ketua Gapasdap Merak Togar Napitupulu, Camat Pulomerak Heru Sanjaya, serta jajaran manajemen dan mitra strategis lainnya.

Keselamatan Jadi Fondasi Utama

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi dalam setiap proses bisnis dan operasional perusahaan.

“Bagi kami, keselamatan bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan nilai dasar yang menjiwai setiap layanan.

“Partisipasi dalam program pembagian life jacket ini adalah komitmen nyata untuk memperkuat budaya keselamatan, khususnya di wilayah kerja Pelabuhan Merak dan sekitarnya,” ujar Heru.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ASDP menyerahkan sekitar 750 unit life jacket sebagai dukungan terhadap penguatan keselamatan pelayaran.

Inisiatif ini diharapkan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya standar keamanan serta mendorong terciptanya layanan transportasi penyeberangan yang lebih andal dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, ASDP berkolaborasi dengan PT Jasaraharja Putera menghadirkan shuttle bus listrik yang akan beroperasi di area pelabuhan.

Armada ramah lingkungan ini dirancang untuk mendukung mobilitas penumpang dan petugas, terutama menjelang periode Angkutan Lebaran yang diproyeksikan mengalami lonjakan.

“Pengoperasian shuttle bus ini diharapkan mempermudah akses di area pelabuhan, khususnya bagi lansia, ibu dan anak, serta masyarakat berkebutuhan khusus.

“Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan menuju konsep Green Port serta penguatan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan,” jelas Heru.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris menambahkan bahwa kolaborasi tersebut merupakan sinergi strategis antar mitra industri untuk menciptakan nilai tambah bagi transportasi nasional.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada dukungan fasilitas, tetapi terus berkembang untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang aman dan nyaman dengan melayani sepenuh hati,” ujarnya.

Sebagai operator transportasi penyeberangan nasional, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keselamatan serta menghadirkan inovasi layanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem transportasi yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.