Updateterkini, Kendal— Upaya membangun ketahanan bencana tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga keterlibatan masyarakat. Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan “Pembuatan Terasering untuk Bencana” oleh PPK Ormawa BEM FMIPA UNNES 2026 pada 19–23 Agustus 2026.
Melalui program ini, tim PPK Ormawa BEM FMIPA UNNES 2026 mendorong masyarakat Desa Peron untuk mengambil bagian dalam pembuatan terasering pada lahan miring. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah mitigasi untuk membantu mengurangi potensi erosi dan pengikisan tanah.
Respons masyarakat terhadap program tersebut sangat positif. 102 warga Desa Peron ikut terlibat bersama 26 anggota tim PPK Ormawa, sehingga keseluruhan peserta mencapai 128 orang.
Tingginya partisipasi warga memperlihatkan bahwa program yang dibawa mahasiswa mendapatkan dukungan dari masyarakat. Warga tidak hanya menyaksikan pelaksanaan kegiatan, tetapi ikut turun langsung dalam proses pengerjaan.
Ketua BEM FMIPA UNNES, Ronaldo Situmorang, mengatakan:
“Kegiatan Pembuatan Terasering untuk Bencana ini merupakan komitmen nyata kami dalam mendukung ketahanan lingkungan warga Desa Peron. Kami menyiagakan 26 anggota tim PPK Ormawa BEM FMIPA UNNES 2026 untuk berkolaborasi langsung di lapangan. Melihat 102 warga setempat yang begitu antusias bahu-membahu bersama kami, ini menunjukkan kuatnya semangat kesadaran mitigasi bencana berbasis masyarakat,” ujar Ronaldo Situmorang.
Kehadiran mahasiswa menjadi pemantik bagi masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, mitigasi bencana didorong agar tidak hanya menjadi konsep, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di tingkat desa.
Sofyanto, warga Desa Peron, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami warga Desa Peron sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa UNNES. Lahan miring di desa kami memang rawan terkikis saat musim hujan. Dengan hadirnya 26 anggota tim PPK Ormawa yang langsung membantu 102 warga kami, pengerjaan terasering ini bisa diselesaikan dengan cepat dan terarah. Ini bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi keamanan desa kami,” ungkap Sofyanto.
Secara keseluruhan, keterlibatan masyarakat mencapai 79,7 persen, sedangkan tim PPK Ormawa mencapai 20,3 persen.
Terasering diharapkan dapat membantu mengendalikan aliran air permukaan dan mengurangi potensi erosi pada lahan miring.
Program tersebut menunjukkan bahwa sebuah program mahasiswa dapat berkembang menjadi gerakan bersama ketika masyarakat memberikan dukungan secara aktif. Semangat sengkuyung inilah yang menjadi salah satu modal dalam memperkuat Desa Peron sebagai desa yang tangguh bencana.







