Kali ini, bantuan berupa jaring udang diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumur Air Mawar di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Rabu (25/02/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat ekonomi nelayan di wilayah operasionalnya.
Bagi nelayan tradisional, jaring bukan sekadar perlengkapan melaut, melainkan aset utama yang menentukan hasil tangkapan dan keberlangsungan penghasilan keluarga.
Di tengah kenaikan harga alat tangkap yang terus terjadi, ketersediaan jaring yang layak dan tahan lama menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa alat yang memadai, produktivitas nelayan sulit untuk meningkat.
Bantuan tersebut disambut antusias oleh para anggota KUB Sumur Air Mawar yang mayoritas menggantungkan hidup dari hasil tangkapan udang di perairan sekitar Pantai Kobel. Selama ini, mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari hasil tangkapan yang tidak menentu hingga keterbatasan alat.
Ketua KUB Sumur Air Mawar, Amri, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan kali pertama kelompoknya memperoleh dukungan alat tangkap dari PT Timah Tbk.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Timah Tbk atas bantuan jaring ini. Harga jaring saat ini tidak sebanding dengan penghasilan nelayan. Bantuan ini memang yang benar-benar kami harapkan,” ujar Amri.
Menurutnya, saat ini para nelayan tengah memasuki musim udang dengan harga pasar yang relatif baik. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan apabila didukung dengan peralatan yang memadai.
“Sekarang sedang musim udang dan harganya cukup bagus. Dengan jaring baru, tentu akan membantu meningkatkan hasil tangkapan kami,” tambahnya.
Selama ini, jaring udang yang digunakan kerap mengalami kerusakan dan umumnya harus diganti setiap tiga hingga empat bulan. Sementara itu, harga alat tangkap terus mengalami kenaikan dan harga udang tidak selalu stabil di pasaran.
“Penghasilan kami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Saat jaring rusak, membeli yang baru terasa berat karena harganya tidak sesuai dengan pendapatan kami,” jelasnya.
Dengan adanya tambahan jaring baru, para nelayan tidak hanya bisa mengganti jaring yang rusak, tetapi juga menambah jumlah jaring yang digunakan saat melaut.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus berdampak langsung pada kenaikan pendapatan mereka.
Penyaluran bantuan alat tangkap ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PT Timah Tbk dalam memberdayakan masyarakat pesisir serta mendukung ketahanan ekonomi nelayan di wilayah operasional perusahaan.
(Cr-02)







